pay per click

Sabtu, 12 September 2015

Tipe Tubuh Manusia
Ectomorph
Ciri dari tubuh Ectomorph diantaranya berbadan kurus, massa otot kecil, ukuran pinggang kecil, dan lebar bahu yang cenderung sempit, terakhir berat badan sulit naik walaupun banyak mendapat kalori.
Pemilik tubuh Ectomorph butuh kerja keras dan kesabaran untuk menambah berat badan dan membentuk tubuh. Bagi pemilik tubuh bertipe Ectomorph yang ingin membentuk tubuhnya, olahraga angkat beban adalah pilihan yang paling tepat. Setelah terbentuk, tipe tubuh ini tetap harus menjaga bentuk tubuh dengan cara tetap rutin berlatih angkat beban dan diseimbangkan dengan tetap menjaga nutrisi makanan.
Tipe tubuh Ectomorph memiliki metabolisme yang tinggi(cepat) sehingga mudah membakar dan kehilangan kalori, tipe tubuh ini juga sangat mudah menurunkan berat badan, karena tubuh ectomorph tidak menyimpan lemak dalam tubuh.
Endomorph
Tipe tubuh yang bulat, gemuk, besar, berat badan sangat mudah naik dan sulit untuk turunkan.
Tubuh Endomorph cenderung menyimpan lemak dalam jumlah besar dalam tubuh.Ukuran paha dan pinggang tubuh endomorph cenderung lebih lebar.
Endomorph memiliki metabolism tubuh yang rendah sehingga berat badan mudah naik walau hanya makan sedikit. Untuk membentuk tubuh yang ideal, tipe Endomorph harus diet sehat, puasa dan olah raga(terutama angkat beban karena dapat membakar kalori lebih banyak dan lebih cepat dari pada olah raga aerobic biasa).
Mesomorph
Tipe tubuh ideal, atau bisa di sebut tubuh idaman, tidak gemuk dan tidak kurus, dan mudah dibentuk.
Tipe tubuh Mesomorph cenderung sudah berotot walaupun tidak melakukan olah raga khusus, namun definisi otot tubuh mesomorph sudah terbentuk secara alami. Type tubuh ini sangat mudah untuk dibentuk karena keseimbangan metabolisme tubuhnya.
Kebanyakan tipe Mesomorph tidak memiliki masalah yang serius dengan berat badan maupun bentuk badan, tipe ini hanya tergantung kepada si pemilik tubuh, apakah ingin mengolah menjadi tubuh yang lebih atletis atau hanya membiarkan begitu saja namun tetap terlihat bagus.

Selasa, 11 November 2014

Menejemen keuangan

Menejemen keuangan

Pengertian
Manajemen keuangan adalah suatu kegiatan perencanaan, penganggaran, pemeriksaan, pengelolaan, pengendalian, pencarian dan penyimpanan dana yang dimiliki oleh suatu organisasi atau perusahaan.

Fungsi Menejemen Keuangan
—  Perencanaan Keuangan, membuat rencana pemasukan dan pengeluaraan.
—  Penganggaran Keuangan, membuat detail pengeluaran dan pemasukan.
—  Pengelolaan Keuangan, menggunakan dana perusahaan untuk memaksimalkan dana yang ada
—  Pencarian Keuangan, mencari dan mengeksploitasi sumber dana yang ada untuk operasional
—  Penyimpanan Keuangan, mengumpulkan, menyimpan dan mengamankan dana perusahaan.
—  Pengendalian Keuangan, melakukan evaluasi serta perbaikan atas keuangan dan sistem keuangan.
—  Pemeriksaan Keuangan, melakukan audit internal atas keuangan perusahaan untuk menghindari penyimpangan.
—  Pelaporan keuangan, penyediaan informasi tentang kondisi keuangan perusahaan sekaligus sebagai bahan evaluasi

Fungsi Menejer Keuangan
—  Melakukan pengawasan atas biaya
—  Menetapkan kebijaksanaan harga
—  Meramalkan laba yang akan datang
—  Mengukur atau menjajaki biaya modal kerja

Tujuan Menejemen Keuangan
Memaksimalkan nilai perusahaan. Agar harga perusahaan tidak jatuh saat dijual. Seorang manajer juga harus mampu menekan arus peredaran uang agar terhindar dari tindakan yang tidak diinginkan.

Planing
Merumuskan apa saja yang harus dikerjakan dan bagaimana mengerjakannya.
Langkah Perencanaan antara lain adalah :
—  Menentukan dan merumuskan tujuan.
—  Meneliti masalah atau pekerjaan yang akan dilakukan.
—  Mengumpulkan data/info yang diperlukan.
—  Menentukan tahap atau rangkaian tindakan.
—  Mencari pemecahan masalah.

Organizing
Aktivitas menyusun dan membentuk hubungan kerja untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Koordinating
Penyatuan dan menyelaraskan pekerjaan antar bagian sehingga dapat berkerja sama untuk mencapai tujuan bersama.

Stafing
Aktivitas penentuan, pemilihan, penempatan dan pembimbingan personel.

Directing
Pemberian bimbingan, saran, perintah, agar tugas dapat dilaksanakan dengan baik dan benar-benar tertuju yang telah ditetapkan semula.

Controling
Penilaian, koreksi pada perkerjaan dari setiap bagian perusahaan agar dapat mencapai tujuan perusahaan.

Sabtu, 10 Maret 2012

GOLONGAN DARAH

Golongan darah adalah ciri khusus darah dari suatu individu karena adanya perbedaan jenis karbohidrat dan protein pada permukaan membran sel darah merah. Dua jenis penggolongan darah yang paling penting adalah penggolongan ABO dan Rhesus (faktor Rh). Di dunia ini sebenarnya dikenal sekitar 46 jenis antigen selain antigen ABO dan Rh, hanya saja lebih jarang dijumpai. Transfusi darah dari golongan yang tidak kompatibel dapat menyebabkan reaksi transfusi imunologis yang berakibat anemia hemolisis, gagal ginjal, syok, dan kematian.
Golongan darah manusia ditentukan berdasarkan jenis antigen dan antibodi yang terkandung dalam darahnya, sebagai berikut:
§  Individu dengan golongan darah A memiliki sel darah merah dengan antigen A di permukaan membran selnya dan menghasilkan antibodi terhadap antigen B dalam serum darahnya. Sehingga, orang dengan golongan darah A-negatif hanya dapat menerima darah dari orang dengan golongan darah A-negatif atau O-negatif.
§  Individu dengan golongan darah B memiliki antigen B pada permukaan sel darah merahnya dan menghasilkan antibodi terhadap antigen A dalam serum darahnya. Sehingga, orang dengan golongan darah B-negatif hanya dapat menerima darah dari orang dengan dolongan darah B-negatif atau O-negatif
§  Individu dengan golongan darah AB memiliki sel darah merah dengan antigen A dan B serta tidak menghasilkan antibodi terhadap antigen A maupun B. Sehingga, orang dengan golongan darah AB-positif dapat menerima darah dari orang dengan golongan darah ABO apapun dan disebut resipien universal. Namun, orang dengan golongan darah AB-positif tidak dapat mendonorkan darah kecuali pada sesama AB-positif.
§  Individu dengan golongan darah O memiliki sel darah tanpa antigen, tapi memproduksi antibodi terhadap antigen A dan B. Sehingga, orang dengan golongan darah O-negatif dapat mendonorkan darahnya kepada orang dengan golongan darah ABO apapun dan disebut donor universal. Namun, orang dengan golongan darah O-negatif hanya dapat menerima darah dari sesama O-negatif.
Secara umum, golongan darah O adalah yang paling umum dijumpai di dunia, meskipun di beberapa negara seperti Swedia dan Norwegia, golongan darah A lebih dominan. Antigen A lebih umum dijumpai dibanding antigen B. Karena golongan darah AB memerlukan keberadaan dua antigen, A dan B, golongan darah ini adalah jenis yang paling jarang dijumpai di dunia.
Ilmuwan Austria, Karl Landsteiner, memperoleh penghargaan Nobel dalam bidang Fisiologi dan Kedokteran pada tahun 1930 untuk jasanya menemukan cara penggolongan darah ABO.
Frekuensi
Penyebaran golongan darah A, B, O dan AB bervariasi di dunia tergantung populasi atau ras. Salah satu pembelajaran menunjukkan distribusi golongan darah terhadap populasi yang berbeda-beda.
Populasi
O
A
B
AB
Suku pribumi Amerika Selatan
100%
–
–
–
Orang Vietnam
45.0%
21.4%
29.1%
4.5%
Suku Aborigin di Australia
44.4%
55.6%
–
–
Orang Jerman
42.8%
41.9%
11.0%
4.2%
Suku Bengalis
22.0%
24.0%
38.2%
15.7%
Suku Saami
18.2%
54.6%
4.8%
12.4%
Pewarisan
Tabel pewarisan golongan darah kepada anak

Ibu
Ayah

O
A
B
AB

O
O
O, A
O, B
A, B

A
O, A
O, A
O, A, B, AB
A, B, AB

B
O, B
O, A, B, AB
O, B
A, B, AB

AB
A, B
A, B, AB
A, B, AB
A, B, AB

Rhesus
Jenis penggolongan darah lain yang cukup dikenal adalah dengan memanfaatkan faktor Rhesus atau faktor Rh. Nama ini diperoleh dari monyet jenis Rhesus yang diketahui memiliki faktor ini pada tahun 1940 oleh Karl Landsteiner. Seseorang yang tidak memiliki faktor Rh di permukaan sel darah merahnya memiliki golongan darah Rh-. Mereka yang memiliki faktor Rh pada permukaan sel darah merahnya disebut memiliki golongan darah Rh+. Jenis penggolongan ini seringkali digabungkan dengan penggolongan ABO. Golongan darah O+ adalah yang paling umum dijumpai, meskipun pada daerah tertentu golongan A lebih dominan, dan ada pula beberapa daerah dengan 80% populasi dengan golongan darah B.
Kecocokan faktor Rhesus amat penting karena ketidakcocokan golongan. Misalnya donor dengan Rh+ sedangkan resipiennya Rh-) dapat menyebabkan produksi antibodi terhadap antigen Rh(D) yang mengakibatkan hemolisis. Hal ini terutama terjadi pada perempuan yang pada atau di bawah usia melahirkan karena faktor Rh dapat memengaruhi janin pada saat kehamilan.
Golongan darah lainnya
§  Diego positif yang ditemukan hanya pada orang Asia Selatan dan pribumi Amerika.
§  Dari sistem MNS didapat golongan darah M, N dan MN. Berguna untuk tes kesuburan.
§  Duffy negatif yang ditemukan di populasi Afrika.
§  Sistem Lutherans yang mendeskripsikan satu set 21 antigen.
§  Dan sistem lainnya meliputi Colton, Kell, Kidd, Lewis, Landsteiner-Wiener, P, Yt atau Cartwright, XG, Scianna, Dombrock, Chido/ Rodgers, Kx, Gerbich,Cromer, Knops, Indian, Ok, Raph dan JMH.
Kecocokan golongan darah
Tabel kecocokan RBC

Golongan darah resipien
Donor

O−
O+
A−
A+
B−
B+
AB−
AB+

O−
YA
TIDAK
TIDAK
TIDAK
TIDAK
TIDAK
TIDAK
TIDAK

O+
YA
YA
TIDAK
TIDAK
TIDAK
TIDAK
TIDAK
TIDAK

A−
YA
TIDAK
YA
TIDAK
TIDAK
TIDAK
TIDAK
TIDAK

A+
YA
YA
YA
YA
TIDAK
TIDAK
TIDAK
TIDAK

B−
YA
TIDAK
TIDAK
TIDAK
YA
TIDAK
TIDAK
TIDAK

B+
YA
YA
TIDAK
TIDAK
YA
YA
TIDAK
TIDAK

AB−
YA
TIDAK
YA
TIDAK
YA
TIDAK
YA
TIDAK

AB+
YA
YA
YA
YA
YA
YA
YA
YA


Tabel kecocokan plasma

Resipien
Donor

O
A
B
AB

O
YA
YA
YA
YA

A
TIDAK
YA
TIDAK
YA

B
TIDAK
TIDAK
YA
YA

AB
TIDAK
TIDAK
TIDA
YA